Archive for the ‘Saint Loco’ Category

Vision For Transition

Posted: 25 Juli 2011 in Saint Loco

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jagad rock tanah air seakan tak berhenti melahirkan band-band spektakuler untuk melaju ke barisan terdepan. Salah satunya adalah Saint Loco, band yang mengawali karirnya di kancah rock tanah air pada tahun 2004 dengan debut album bertajuk Rock Upon A Time. Album ini menjadi awal langkah sukses Saint Loco mengenalkan dirinya ke publik dengan mengusung lagu-lagu berkekuatan hip-rock. Berbagai penghargaan berhasil mereka sabet diantaranya adalah; Best Rock Album versi Majalah Hai tahun 2005 dan Rock Best Of The Year Album versi I-Radio tahun 2005. Single “Microphone Anthem”, yang menjadi unggulan mereka kala itu, berhasil mengejawantahkan Saint Loco sebagai penerus generasi musik rock Indonesia .

Di bulan September 2006, MTV mengganjar mereka dengan predikat MTV EXCLUSIVE ARTIST for SEPTEMBER. Album kedua mereka yang bertajuk Vision For Transition dirilis dibulan yang sama. Sebuah album yang menggambarkan progresi dari musikalitas keenam anak super kreatif; Iwan (gitaris), Gilbert (bassis), Nyonk (drummer), Tius (the spinner), Joe (vokalis) dan Berry (MC). Ini sebagai satu pegangan bahwa nama Saint Loco masih punya kekuatan untuk musik rock yang berkualitas.

Another Vision for Indonesia Rock Concept

Lewat album keduanya, Vision For Transition, Saint Loco menawarkan konsep musik yang lebih berani. Dari kulit albumnya (baca: cover) sudah terbaca keberanian Saint Loco dengan memberikan warna-warna berani dan penempatan yang terbilang tidak umum. Untuk isinya, rock yang dibawakan mereka kali ini lebih sing-a-long dibandingkan album sebelumnya meski tensi tonalitas rock mereka tetap tinggi. Dengarkan saja “Kedamaian”, sebuah lagu mellow-rock yang menampilkan seorang vokalis bjorky-melankolis, Astrid. Lagu ini dibuka dengan dentingan piano dan dihantarkan dalam beat mid-tempo. Kekuatan lirik bilingual dan karakter vokal Joe dengan Astrid serta MC Berry menambah padu lagu yang menjadi single pertama album ini.

Penggarapan album Vision For Transition ini menempuh masa 7 bulan preproduction serta pengumpulan materi yang dimulai sekitar Agustus 2005 dan dilanjutkan dengan 3 bulan untuk recording dan 1 bulan mixing. Karena hampir seluruh lagu dalam album Vision For Transition dibuat di studio pribadi milik DJ Tius, Saint Loco kali ini merasa bisa lebih mengeksplorasi sound dan berkespresi sebebas mungkin. Dengar saja “Terapi Energi” dari track 2, sebuah lagu yang menampilkan totalitas bermain musik ala Saint Loco. ‘It’s the real Saint Loco’.

Mastering album Vision For Transition ini dikerjakan di sebuah studio bernama Euphonic Masters yang ada di Memphis , Tennese, Amerika Serikat. Ditangani langsung oleh Brad Blackwood, seorang insinyur tata suara kenamaan yang pernah menyabet 9 nominasi Grammy Award dan 6 nominasi Dove Award sejak tahun 1998.

Keberanian lainnya yang ditampilkan Saint Loco adalah permainan emosi lagu per lagu. Jika disimak dari awal runtutan lagu dalam album Vision For Transition ini, Anda akan dibawa banging your head lalu diselingi dengan fase exhaling berganti-gantian. Ini membuat fungsi pendengaran tidak terganggu dengan bunyi-bunyi yang pekak namun Anda akan dimanja untuk menikmati petualangan Vision For Transition ini dengan hati gembira. Mau contoh? Di track 5 kita akan disuguhi permainan kombinasi antara gitar akuistik dan crunch serta synth-string yang membuai yang hadir di lagu “Fallin”. Beat middle di “Fallin” ini hadir sebagai penghantar untuk hentakan di track 6, “Get Up”. Setelah lelah moshing dan jejingkrakan, track selanjutnya, “Centro”, mengistirahatkan pendengaran dalam instrumentalia tembang passionate-electronica-sound sebelum dipecahkan lagi ditrack berikutnya, “Transition”. Maka sayang sekali jika Anda menikmati album ini tidak utuh atau hanya satu atau dua lagu saja.

Why Vision For Transition Now?

Musik rock di Indonesia terus berkembang ke arah yang positif, thanks to Godbless! Dan Saint Loco melihat perkembangan ini sebagai motivator mereka untuk bisa berkreasi lebih. Trend musik rock dunia yang kini berkembang dengan memasukkan unsur Rap, Punk, New Wave serta electronica menjadi acuan Saint Loco untuk diterapkan dalam musik mereka. Dengar saja Vision For Transition yang kini lebih minimum aksi solo melodi gitar dan cenderung dominan lewat riff atau blocking gitar dan loop. Konsentrasi album ini pun dipusatkan di lagu yang lebih melodius dan reffrain yang catchy. “Musik metal telah berubah… ,” tandas Saint Loco tegas.

 

Maka sambutlah salah satu ikon dari regenerasi musik rock tanah air, Saint Loco. Lewat Vision For Transition ini mereka kembali menghentak dan mencoba untuk menelusup kembali dan tampil berbeda dari yang sudah ada.

Saint Loco, Vision For Transition, are you ready to break your voice again?

Discography

Album Rock Upon A Time (2004)

Kompilasi album Kita Untuk Mereka – Lagu “Tangis Negeriku” feat Glenn Fredly (2005)

Ost. Bad Wolves (2005)

Album Vision For Transition (2006)

Awards

Raja Pensi No. 2 Versi Majalah Hai tahun 2005

Best Rock Album Versi Majalah Hai tahun 2005

Rock Best Of The Year Album Versi I Radio 2005

Nominasi AMI 2005 Kategori Band Berbahasa Inggris Terbaik

Anggota kehormatan WWF Indonesia

Album Vision For Transition Track

1. Intro

2. Terapi Energi

3. Kedamaian

4. New Life

5. Fallin

6. Get Up

7. Centro

8. Transition

9. Masterplan

10. Fearless

11. Break Away

12. Stranger In My Blanket

13. Outro

Download Album Saint Loco ‘Vision For Transition’

Link :

http://www.ziddu.com/download/15809518/VisionForTransition2006.zip.html

Rock Upon A Time

Posted: 25 Juli 2011 in Saint Loco

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jakarta sebagai ibukota yang dinamis dengan kondisi sosio-kultural yang beragam, mempunyai potensi mencetak band-band yang akan membawa terobosan musik dalam negeri ke kancah dunia. Banyak band yang muncul baik dari kalangan anak muda di Jakarta sendiri maupun dari luar daerah, mereka saling unjuk bakat dan kemampuan. Tak heran bila kota ini menjadi ajang kompetitif yang positif bagi kemajemukan band yang ada. Inilah yang yang memacu musisi lokal asal Jakarta untuk memberikan sesuatu yang terbaik dan terbaik lagi untuk disajikan kepada penikmatnya.

Dibesarkan di lingkungan ibukota yang keras dan tak lepas dari pengaruh globalisasi yang tiap hari menghujam, kadang bisa membuat orang putus asa. Tapi ke-putus-asa-an itu tidak berlaku bagi ke-6 anak muda ini. Berangkat dari kesamaan visi dan semangat anak muda, Iwan (gitaris), Gilbert (bassis), Nyonk (drummer), Tius (the spinner), Joe (vokalis) dan Berry (MC) menerjemahkan kerasnya metropolitan kedalam hentakan hip-rock dalam Saint Loco.

Dibentuk 20 September 2002. Sekumpulan bocah-bocah ini ingin membebaskan dirinya dari himpitan kerasnya ibu kota. Bagaimana cara mereka untuk ‘survive’ melewati hari demi hari dengan hal-hal yang positif. Perkawanan yang tumbuh dari sekedar teman jalan bareng akhirnya berkembang menjadi persahabatan saudara senasib.

Saint Loco pun bukan band kemaren sore yang tanpa kualitas. Masing-masing personil memiliki potensi dan telah melewati jam terbang sebagai session-player untuk band-band papan atas negeri ini. Sebutlah Nyonk yang merupakan drum session player untuk Glenn Fredly, Project Pop dan sebagainya, Tius seorang Disc-Jockey yang pernah menjuarai event DJ Battle di tahun 2003 dan Berry yang kerap menjuarai kontes rap di Bandung.

Distorsi gitar dalam hentakan cadas drum yang terkontaminasi beat-beat Hip-Hop-Rap merupakan bahan dasar Saint Loco untuk menyuguhkan 12 lagu dalam album yang diberi judul ROCK UPON THE TIME. Saint Loco yang resmi masuk dibawah bendera Sony Music Indonesia pada 7 May 2004, menggeber abis 80% lagu-lagu dialbum ini dalam bahasa asing. Simak saja lagu-lagu seperti “Famous Freak”, “Rock Your Voice” dan “Freedom Fighter” yang enak dinikmati walau dengan bahasa Inggris. Namun mereka juga tidak melupakan bahasa sendiri yang mereka tuntaskan dalam lagu “Hip Rock” dan “Metropolis”. Sebagai catatan tersendiri, lagu “Hip Rock” pernah masuk ke jajaran lagu-lagu terbaik pada tangga lagu PRAMBORS NuBuzz di awal-awal karirnya Saint Loco.

Pilihan “Microphone Anthem” sebagai single pertama pembuka album ini dirasa sangat pas sekali. Menurut Saint Loco, lagu ini membawa semangat anak muda yang penuh percaya diri untuk menyuarakan hatinya dan itu tersurat dalam lirik lagu ini. Dibuka dengan delay gitar yang disambut rentetan kata-kata yang dirapalkan Berry secara cepat. Lagu ini menjadi lebih ‘terasa’ karena bersinergi kuat dengan beat drum. Progessi chord yang cenderung konstan ternyata tidak membuat lagu ini terasa membosankan, justru kita terus menikmati lagu ini dalam alunan rhythm section yang melodius sambil menghentakan kepala.

Dengan komposisi 80% materi berbahasa asing tersebut, menjadi pertimbangan Sony Music Indonesia untuk melemparkan Saint Loco ke pasar Asia Tenggara. Ini sejalan dengan kontemplasi ke-6 anak muda ini memakai nama Saint Loco. Nama ini mereka ambil memaknai arti “Saint” yang hadir di muka bumi sebagai pembuat terobosan dan membawa sisi baru yang lebih cerah. Begitu pula Saint Loco yang ingin menghadirkan musik Indonesia ke penjuru dunia.

Ini adalah semangat anak muda Saint Loco. Generasi yang lahir dari kerasnya musik rock warisan orang tua dan tumbuh dalam lingkungan yang menyatukan mereka untuk membuat suatu terobosan. Terobosan menembus waktu dengan musik rock.

Rock Upon A Time Album

1. Maria

2. Microphone Anthem

3. Answer

4. Famous Freak

5. Rock Your Voice

6. Fly Away

7. Promised Land

8. Hip Rock

9. Metropolis

10. Fredom Fighter

11. My Friend

12. Outro

Download Album Saint Loco ‘Rock Upon A Time’

Link :

http://www.ziddu.com/download/15809517/RockUponATime2004.zip.html