Sum 41

Posted: 30 Juli 2011 in Sum 41

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sum 41 adalah band yang berasal dari Ajax, Ontario, Kanada. Awalnya Sum 41 dibentuk oleh Deryck Whibley (vokal, gitar) dan Steve Jocz (drum) yang merupakan teman semasa SMA. Nama Sum 41 dipilih karena band ini dibentuk 41 hari sebelum musim panas (summer). Anggota ketiga yang masuk adalah Dave Baksh (gitar), dan yang terakhir adalah Jason McCaslin (bass) pada tahun 1999 setelah sempat berganti-ganti pemain bass. Mereka merilis album pertama mereka pada tahun 2000 yang berjudul Half Hour of Power di bawah label Island Record.

Sejarah

Manajer pertama mereka adalah Greig Nori, vokalis Treble Charger. Deryck meminta Greig Nori untuk menjadi manajer Sum 41. Greig Nori berpendapat bahwa Deryck adalah seorang anak yang sangat berambisi menjadi bintang rock. Sebagian besar lagu Sum 41 ditulis oleh Deryck, beberapa ditulis oleh Stevo, lagu-lagu yang ditulis Stevo seperti Pain for Pleasure (All Killer No Filler) dan Ma Poubelle (Underclass Hero) biasanya adalah hanya untuk lelucon. Stevo pernah berkata di Exposed, Much Music, tanpa Deryck kita hanya band yang memainkan lagu orang lain.

Pada tahun 2004, Sum 41 mengunjungi Republik Demokratik Kongo di mana terjadi perang saudara yg merupakan inspirasi album keempat mereka, Chuck. Nama Chuck didapat dari Chuck Pelletier, seorang A.U.N yang menyelamatkan hidup mereka ketika mereka di Kongo. Pada 12 Oktober album Chuck dirilis dengan suara yang lebih keras dan tidak ada humor lagi di dalamnya. Single pertamanya “We’re All To Blame” yang lebih terdengar metal daripada punk diikuti “Pieces” lagu tenang yang masuk Top Chart di Kanada dan “Some Say” singel yg hanya dirilis di Kanada bersamaan dengan “No Reason” yg videonya hanya ada di US dan Eropa.

Pada bulan Juli tahun 2006, Deryck menikah dengan Avril Lavigne, yang sudah bertunangan satu tahun sebelumnya. Sebelumnya pada tahun yang sama, gitaris Sum 41, Dave mengundurkan diri dari Sum 41. Alasannya adalah karena Dave merasa sudah tidak cocok lagi dengan musik Sum 41. Deryck pernah mengungkapkan bahwa Dave sebenarnya sudah tidak tertarik lagi dengan aliran musik Sum 41 sejak album Does This Look Infected?. Dan akhirnya setelah mendengarkan contoh lagu di album Underclass Hero, Dave memutuskan untuk mengundurkan diri dan membuat band metal yang bernama Brown Brigade.

Cone pun juga mempunyai side-project band yang bernama The Operation M.D. dan beraliran Rock-Garage-Alternative. Cone berdua dengan Todd Morse (H2O, Juliette & The Licks) memang menginkan tidak banyak distorsi di band ini. Band yang berkonsep dokter ini mengeluarkan albumnya pada bulan Februari 2007 yang berjudul “We Have an Emergency” dan hanya dijual di Kanada. Ciri khas The Operation M.D. adalah kacamata bermotif caturnya yang dipakai masing-masing personil yaitu Dr. Dynamite (Cone) dan Dr. Rocco (Todd).

Album kelima mereka keluar tanggal 24 Juli 2007 yang berjudul Underclass Hero. Di album ini mereka kembali ke aliran asal mereka. Mereka mengakui mereka sangat bersemangat dalam pembuatan album ini. Albumnya pun lebih kaya akan suara dan liriknya pun lebih bagus. Dalam tur Underclass Hero, posisi Dave akan digantikan dengan Tom Thacker yaitu vokalis dan gitaris dari grup band Gob. Saking semangatnya, mereka selalu bilang kalau mereka akan tur kemana-mana. Pada bulan Mei 2009, mereka mengadakan sempat mengadakan konser di Jakarta, Indonesia

Setelah selesai tur Underclass Hero, mereka merilis album All The Good Shit yang merupakan kumpulan lagu-lagu hits Sum 41, mereka juga menyertakan 2 lagu baru yaitu Always dan Makes No Difference (Versi baru).

Sekarang mereka sedang mempersiapkan album keenam mereka yang rencananya akan dirilis pada musim panas 2010, Tom Thacker yang sebelumnya hanya menjadi additional player akan ikut membantu dalam menulis dan merekam lagu Sum 41. Album terbaru mereka akan diproduseri oleh Gill Norton

Gaya bermusik dan pengaruh

Aliran musik Sum 41 pada umunmya adalah Pop Punk dan Punk Rock. Di album Half Hour Of Power dan All Killer No Filler mereka mengusung aliran Pop Punk, di Does This Look Infected? mereka mulai memainkan musik Punk Rock keras, di Chuck mereka memasukan unsur Metal didalamnya, dan di Underclass Hero mereka kembali ke unsur musik Pop Punk. Dalam bermusik, Sum 41 kebanyakan dipengaruhi oleh band-band Rock 80′-90’an, seperti: Beastie Boys, Metallica, NOFX, dan The Vandals.

Personil

Mantan personil

Album Studio

    • Half Hour of Power(27 Juni 2000)
      • Singles : Makes No Difference
    • All Killer No Filler(8 Mei 2001)
      • Singles : Fat Lip, In Too Deep, Motivation, Handle This (Jepang & Jerman)
    • Does This Look Infected?(26 November 2002)
      • Singles : Still Waiting, The Hell Song, Over My Head (Better Off Dead)
    • Chuck(12 Oktober 2004)
      • Singles : We’re All To Blame, Pieces, Some Say, No Reason (US & Eropa)
    • Underclass Hero(24 Juli 2007)
      • Singles : Underclass Hero, Walking Disaster, With Me
    • Screaming Blody Murder(29 Maret 2011)
      • Singles : Screaming Bloody Murder

Album Demo

Album EP

Album Konser

Album Kompilasi

Lagu/penampilan Lainnya

DVD

  • Introduction To Destruction (2001)
  • Cross The T’s and Gouge Your I’s (2002)
  • Sake Bombs and Happy Endings (2003)
  • Rocked: Sum 41 in Congo (2005)
  • DeeVeeDee (2008)

Download Album Sum 41 :

All Killer, No Killer (2001)

Link :

http://www.ziddu.com/download/15837644/AllKillerNoFiller2001.zip.html

Does This Look infected? (2002)

Link :

http://www.ziddu.com/download/15837643/DoesThisLookInfected2002.zip.html

Chuck  (2004)

Link :

http://www.ziddu.com/download/15837645/Chuck2004.zip.html   

Chuck Acoustic e.p (2005)

Link :

http://www.ziddu.com/download/15840441/ChuckAcoustic2005.zip.html

Underclass Hero (2007)

Link :

http://www.ziddu.com/download/15840440/UnderclassHero2007.zip.html

All The  Good Shit (2009)

http://www.ziddu.com/download/15840439/AllTheGoodShit2009.zip.html

Screaming Bloody Murder (2011)

Link :

http://www.ziddu.com/download/15847629/ScreamingBloodyMurder2011.zip.html

Garasi II

Posted: 26 Juli 2011 in Garasi, Superglad

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dua tahun setelah album perdana, Garasi kembali merilis album kedua bertajuk Garasi II pada 7 Juli 2008. Album yang berisi 10 lagu dan 1 bonus track dengan single hits “Tak Ada Lagi” ini mengeksplorasi sound digital rock bernada sedikit mellow. Garasi pun mencoba berkompromi dengan pasar.[3]

Awal tahun 2009, Ayu Ratna resmi dinyatakan mundur sebagai vokalis grup musik Garasi. Masalah ketidakcocokan dan kesibukan Ayu di luar dinyatakan Fedi Nuril sebagai penyebab dikeluarkannya Ayu dari Garasi.[4]

Karena kekosongan band Garasi, maka untuk sementara Fedi yang akan menjadi vokalis Garasi untuk kepentingan show-show. Sampai saat ini, personel dan managemen Garasi masih melakukan audisi untuk vokalis mereka yang baru.

Album Garasi II

1. Lelah

2. Tak Ada Lagi

3. Luna

4. Duakan Aku

5. Salam Untuk Dia

6. Ingin Kau Kembali

7. Aggressive Trance

8. Full Moon

9. Posesif

10. Nothing’s Gonna Last

11. Utsurona Kokoro (Bonus Track : Lelah – Japan Version)

Download Album Garasi II

Link :

http://www.ziddu.com/download/15816194/Garasi-GarasiII.zip.html

OST. Garasi

Posted: 26 Juli 2011 in Garasi, Superglad

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Garasi Band

Adalah trio band kelahiran akhir 2005. Garasi digawangi oleh Ayu Ratna (vokal, gitar), Fedi Nuril (keyboard, gitar) dan Aries Budiman (drum). Kelahiran band ini cukup unik karena diikuti rilis film layar lebar dengan setting grup mereka. Film dengan judul Garasi (2006) itu diproduseri oleh Mira Lesmana dan di bawah arahan Agung Sentausa. Album perdana mereka dirilis bersamaan dengan peluncuran film Garasi. Pemasaran album mereka dibantu oleh Indra Lesmana, Abdee Slank, dan Anang, serta diproduksi oleh Miles Music.

Perjalanan karier

Ketiga personil Garasi ditemukan secara tidak langsung oleh musisi Indra Lesmana, adik Mira Lesmana. Ayu awalnya ikut audisi pencarian bakat Indonesian Idol. Namun sayang dirinya tidak lolos. Indra yang tertarik dengan kepiawaian Ayu dalam bermain gitar, sehingga ia meminta kakaknya, Mira Lesmana untuk meng-casting Ayu. Sedangkan Aries adalah drummer yang kerap mengikuti festival dan sering mendapat gelar sebgai best drummer. Fedi Nuril yang sebelumnya terkenal sebagai bintang iklan dan aktor ini mendapat kepercayaan untuk memainkan keybord sekaligus gitar. Album perdana mereka akan diedarkan bersamaan dengan peluncuran film Garasi.[1]

Berkah kembali menghampiri mereka karena dipercaya tampil di Jepang pada tanggal 1 November 2007. Aksi musik dengan iringan akustik ini dilakukan karena film Garasi akan diputarkan secara eksklusif di 8th NHK Asian Film Festival 2007, yang berlangsung pada tanggal 31 Oktober hingga 5 November 2007.

OST Garasi adalah album yang berisi kumpulan soundtrack film Garasi sekaligus album perdana dari grup musik Garasi. album ini dirilis bersamaan dengan film Garasi di tahun 2006. Lagu andalan dalam album ini adalah “Hilang”

Album Ost Garasi

1. Bukan

2. Hilang

3. Diam

4. Awakening

5. Ketika

6. Sendiri

7. Teriak

8. Hilang (Solo)

9. D.K.A.D. (Dahulu Kini Dan Akan Datang)

Download Album Ost Garasi

Link :

http://www.ziddu.com/download/15816193/OST-Garasi.zip.html

 

Vision For Transition

Posted: 25 Juli 2011 in Saint Loco

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jagad rock tanah air seakan tak berhenti melahirkan band-band spektakuler untuk melaju ke barisan terdepan. Salah satunya adalah Saint Loco, band yang mengawali karirnya di kancah rock tanah air pada tahun 2004 dengan debut album bertajuk Rock Upon A Time. Album ini menjadi awal langkah sukses Saint Loco mengenalkan dirinya ke publik dengan mengusung lagu-lagu berkekuatan hip-rock. Berbagai penghargaan berhasil mereka sabet diantaranya adalah; Best Rock Album versi Majalah Hai tahun 2005 dan Rock Best Of The Year Album versi I-Radio tahun 2005. Single “Microphone Anthem”, yang menjadi unggulan mereka kala itu, berhasil mengejawantahkan Saint Loco sebagai penerus generasi musik rock Indonesia .

Di bulan September 2006, MTV mengganjar mereka dengan predikat MTV EXCLUSIVE ARTIST for SEPTEMBER. Album kedua mereka yang bertajuk Vision For Transition dirilis dibulan yang sama. Sebuah album yang menggambarkan progresi dari musikalitas keenam anak super kreatif; Iwan (gitaris), Gilbert (bassis), Nyonk (drummer), Tius (the spinner), Joe (vokalis) dan Berry (MC). Ini sebagai satu pegangan bahwa nama Saint Loco masih punya kekuatan untuk musik rock yang berkualitas.

Another Vision for Indonesia Rock Concept

Lewat album keduanya, Vision For Transition, Saint Loco menawarkan konsep musik yang lebih berani. Dari kulit albumnya (baca: cover) sudah terbaca keberanian Saint Loco dengan memberikan warna-warna berani dan penempatan yang terbilang tidak umum. Untuk isinya, rock yang dibawakan mereka kali ini lebih sing-a-long dibandingkan album sebelumnya meski tensi tonalitas rock mereka tetap tinggi. Dengarkan saja “Kedamaian”, sebuah lagu mellow-rock yang menampilkan seorang vokalis bjorky-melankolis, Astrid. Lagu ini dibuka dengan dentingan piano dan dihantarkan dalam beat mid-tempo. Kekuatan lirik bilingual dan karakter vokal Joe dengan Astrid serta MC Berry menambah padu lagu yang menjadi single pertama album ini.

Penggarapan album Vision For Transition ini menempuh masa 7 bulan preproduction serta pengumpulan materi yang dimulai sekitar Agustus 2005 dan dilanjutkan dengan 3 bulan untuk recording dan 1 bulan mixing. Karena hampir seluruh lagu dalam album Vision For Transition dibuat di studio pribadi milik DJ Tius, Saint Loco kali ini merasa bisa lebih mengeksplorasi sound dan berkespresi sebebas mungkin. Dengar saja “Terapi Energi” dari track 2, sebuah lagu yang menampilkan totalitas bermain musik ala Saint Loco. ‘It’s the real Saint Loco’.

Mastering album Vision For Transition ini dikerjakan di sebuah studio bernama Euphonic Masters yang ada di Memphis , Tennese, Amerika Serikat. Ditangani langsung oleh Brad Blackwood, seorang insinyur tata suara kenamaan yang pernah menyabet 9 nominasi Grammy Award dan 6 nominasi Dove Award sejak tahun 1998.

Keberanian lainnya yang ditampilkan Saint Loco adalah permainan emosi lagu per lagu. Jika disimak dari awal runtutan lagu dalam album Vision For Transition ini, Anda akan dibawa banging your head lalu diselingi dengan fase exhaling berganti-gantian. Ini membuat fungsi pendengaran tidak terganggu dengan bunyi-bunyi yang pekak namun Anda akan dimanja untuk menikmati petualangan Vision For Transition ini dengan hati gembira. Mau contoh? Di track 5 kita akan disuguhi permainan kombinasi antara gitar akuistik dan crunch serta synth-string yang membuai yang hadir di lagu “Fallin”. Beat middle di “Fallin” ini hadir sebagai penghantar untuk hentakan di track 6, “Get Up”. Setelah lelah moshing dan jejingkrakan, track selanjutnya, “Centro”, mengistirahatkan pendengaran dalam instrumentalia tembang passionate-electronica-sound sebelum dipecahkan lagi ditrack berikutnya, “Transition”. Maka sayang sekali jika Anda menikmati album ini tidak utuh atau hanya satu atau dua lagu saja.

Why Vision For Transition Now?

Musik rock di Indonesia terus berkembang ke arah yang positif, thanks to Godbless! Dan Saint Loco melihat perkembangan ini sebagai motivator mereka untuk bisa berkreasi lebih. Trend musik rock dunia yang kini berkembang dengan memasukkan unsur Rap, Punk, New Wave serta electronica menjadi acuan Saint Loco untuk diterapkan dalam musik mereka. Dengar saja Vision For Transition yang kini lebih minimum aksi solo melodi gitar dan cenderung dominan lewat riff atau blocking gitar dan loop. Konsentrasi album ini pun dipusatkan di lagu yang lebih melodius dan reffrain yang catchy. “Musik metal telah berubah… ,” tandas Saint Loco tegas.

 

Maka sambutlah salah satu ikon dari regenerasi musik rock tanah air, Saint Loco. Lewat Vision For Transition ini mereka kembali menghentak dan mencoba untuk menelusup kembali dan tampil berbeda dari yang sudah ada.

Saint Loco, Vision For Transition, are you ready to break your voice again?

Discography

Album Rock Upon A Time (2004)

Kompilasi album Kita Untuk Mereka – Lagu “Tangis Negeriku” feat Glenn Fredly (2005)

Ost. Bad Wolves (2005)

Album Vision For Transition (2006)

Awards

Raja Pensi No. 2 Versi Majalah Hai tahun 2005

Best Rock Album Versi Majalah Hai tahun 2005

Rock Best Of The Year Album Versi I Radio 2005

Nominasi AMI 2005 Kategori Band Berbahasa Inggris Terbaik

Anggota kehormatan WWF Indonesia

Album Vision For Transition Track

1. Intro

2. Terapi Energi

3. Kedamaian

4. New Life

5. Fallin

6. Get Up

7. Centro

8. Transition

9. Masterplan

10. Fearless

11. Break Away

12. Stranger In My Blanket

13. Outro

Download Album Saint Loco ‘Vision For Transition’

Link :

http://www.ziddu.com/download/15809518/VisionForTransition2006.zip.html

Rock Upon A Time

Posted: 25 Juli 2011 in Saint Loco

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jakarta sebagai ibukota yang dinamis dengan kondisi sosio-kultural yang beragam, mempunyai potensi mencetak band-band yang akan membawa terobosan musik dalam negeri ke kancah dunia. Banyak band yang muncul baik dari kalangan anak muda di Jakarta sendiri maupun dari luar daerah, mereka saling unjuk bakat dan kemampuan. Tak heran bila kota ini menjadi ajang kompetitif yang positif bagi kemajemukan band yang ada. Inilah yang yang memacu musisi lokal asal Jakarta untuk memberikan sesuatu yang terbaik dan terbaik lagi untuk disajikan kepada penikmatnya.

Dibesarkan di lingkungan ibukota yang keras dan tak lepas dari pengaruh globalisasi yang tiap hari menghujam, kadang bisa membuat orang putus asa. Tapi ke-putus-asa-an itu tidak berlaku bagi ke-6 anak muda ini. Berangkat dari kesamaan visi dan semangat anak muda, Iwan (gitaris), Gilbert (bassis), Nyonk (drummer), Tius (the spinner), Joe (vokalis) dan Berry (MC) menerjemahkan kerasnya metropolitan kedalam hentakan hip-rock dalam Saint Loco.

Dibentuk 20 September 2002. Sekumpulan bocah-bocah ini ingin membebaskan dirinya dari himpitan kerasnya ibu kota. Bagaimana cara mereka untuk ‘survive’ melewati hari demi hari dengan hal-hal yang positif. Perkawanan yang tumbuh dari sekedar teman jalan bareng akhirnya berkembang menjadi persahabatan saudara senasib.

Saint Loco pun bukan band kemaren sore yang tanpa kualitas. Masing-masing personil memiliki potensi dan telah melewati jam terbang sebagai session-player untuk band-band papan atas negeri ini. Sebutlah Nyonk yang merupakan drum session player untuk Glenn Fredly, Project Pop dan sebagainya, Tius seorang Disc-Jockey yang pernah menjuarai event DJ Battle di tahun 2003 dan Berry yang kerap menjuarai kontes rap di Bandung.

Distorsi gitar dalam hentakan cadas drum yang terkontaminasi beat-beat Hip-Hop-Rap merupakan bahan dasar Saint Loco untuk menyuguhkan 12 lagu dalam album yang diberi judul ROCK UPON THE TIME. Saint Loco yang resmi masuk dibawah bendera Sony Music Indonesia pada 7 May 2004, menggeber abis 80% lagu-lagu dialbum ini dalam bahasa asing. Simak saja lagu-lagu seperti “Famous Freak”, “Rock Your Voice” dan “Freedom Fighter” yang enak dinikmati walau dengan bahasa Inggris. Namun mereka juga tidak melupakan bahasa sendiri yang mereka tuntaskan dalam lagu “Hip Rock” dan “Metropolis”. Sebagai catatan tersendiri, lagu “Hip Rock” pernah masuk ke jajaran lagu-lagu terbaik pada tangga lagu PRAMBORS NuBuzz di awal-awal karirnya Saint Loco.

Pilihan “Microphone Anthem” sebagai single pertama pembuka album ini dirasa sangat pas sekali. Menurut Saint Loco, lagu ini membawa semangat anak muda yang penuh percaya diri untuk menyuarakan hatinya dan itu tersurat dalam lirik lagu ini. Dibuka dengan delay gitar yang disambut rentetan kata-kata yang dirapalkan Berry secara cepat. Lagu ini menjadi lebih ‘terasa’ karena bersinergi kuat dengan beat drum. Progessi chord yang cenderung konstan ternyata tidak membuat lagu ini terasa membosankan, justru kita terus menikmati lagu ini dalam alunan rhythm section yang melodius sambil menghentakan kepala.

Dengan komposisi 80% materi berbahasa asing tersebut, menjadi pertimbangan Sony Music Indonesia untuk melemparkan Saint Loco ke pasar Asia Tenggara. Ini sejalan dengan kontemplasi ke-6 anak muda ini memakai nama Saint Loco. Nama ini mereka ambil memaknai arti “Saint” yang hadir di muka bumi sebagai pembuat terobosan dan membawa sisi baru yang lebih cerah. Begitu pula Saint Loco yang ingin menghadirkan musik Indonesia ke penjuru dunia.

Ini adalah semangat anak muda Saint Loco. Generasi yang lahir dari kerasnya musik rock warisan orang tua dan tumbuh dalam lingkungan yang menyatukan mereka untuk membuat suatu terobosan. Terobosan menembus waktu dengan musik rock.

Rock Upon A Time Album

1. Maria

2. Microphone Anthem

3. Answer

4. Famous Freak

5. Rock Your Voice

6. Fly Away

7. Promised Land

8. Hip Rock

9. Metropolis

10. Fredom Fighter

11. My Friend

12. Outro

Download Album Saint Loco ‘Rock Upon A Time’

Link :

http://www.ziddu.com/download/15809517/RockUponATime2004.zip.html

Hari Yang Cerah

Posted: 25 Juli 2011 in Peterpan

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mei 2007, setelah vakum hampir 1 tahun, Peterpan merilis album ke 3, Hari yang Cerah. Gaya bermusik dan aransemen yang agak berbeda dari album-album sebelumnya, Peterpan semakin memperlihatkan kematangan mereka dalam bermusik.

Pada album ini, Peterpan melibatkan 2 additional band, David (keyboard) dan Lucky (bass). Saat ini, album Hari Yang Cerah telah membukukan angka penjualan di atas 500.000 copy. Di sela-sela jadwal promo yang padat, Peterpan mendapat undangan untuk mewakili Indonesia di ajang Asia Song Festival yang ke-4 di Korea Selatan pada September lalu. Dari Korea, Peterpan membawa oleh-oleh penghargaan Best Contribution Award.

Album Hari Yang Cerah

1. Menghapus Jejakmu

2. Hari Yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi

3. Di Balik Awan

4. Kota Mati

5. Melawan Dunia

6. Sally Sendiri

7. Lihat Langkahku

8. Bebas

9. Cobalah Mengerti

10. Dunia Yang Terlupa

Download Album Peteran ‘Hari Yang Cerah’

Link :

http://www.ziddu.com/download/15733477/Peterpan-HariYangCerah2007.zip.html

Sebuah Nama Sebuah Cerita

Posted: 25 Juli 2011 in Peterpan

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebuah Nama Sebuah Cerita adalah album kelima sekaligus terakhir karya Peterpan yang dirilis pada tahun 2008 (The Best of) sebagai ancang-ancang untuk ganti nama. Single pertama dari album ini adalah Walau Habis Terang.

Album ini dirilis pada bulan Agustus 2008 dalam 2 versi, yaitu versi kaset dan CD. Untuk versi CD, berisi 30 lagu (rinciannya: 3 lagu baru, 1 lagu Chrisye yang diaransemen ulang, dan 26 lagu hits terpopuler dari album-album sebelumnya), sedangkan untuk versi kaset hanya berisi 21 lagu (rinciannya: 3 lagu baru, 1 lagu Chrisye yang diaransemen ulang, dan 17 lagu hits terpopuler dari album-album sebelumnya).

Album Sebuah Nama Sebuah Cerita

Track List :
CD1 :
01. Walau Habis Terang
02. Kisah Cintaku
03. Dilema Besar
04. Mungkin nanti
05. Tak Bisakah
06. Semua Tentang Kita
07. Ada Apa Denganmu
08. Menunggumu ft Alm Chrisye
09. Menghapus Jejakmu
10. Yang Terdalam
11. Diatas Normal
12. Kupu Kupu Malam
13. Di Balik Awan
14. Ku Katakan Dengan indah
15. Tak Ada Yang Abadi

CD2 :
01. Mimpi Yang Sempurna
02. Bintang Di Surga
03. Aku Dan Bintang
04. Jauh Mimpiku
05. Hari Yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi
06. Menunggu Pagi
07. Khayalan Tingkat Tinggu
08. Sahabat
09. Sally Sendiri
10. Langit Tak mendengar
11. Di Belakangku
12. Kita Tertawa
13. Membebaniku
14. Cobalah Mengerti
15. Topeng

Download Album Peterpan ‘Sebuah Nama Sebuah Cerita’.

Link :

http://www.ziddu.com/download/15742973/SebuahNamaSebuahCerita2008.zip.html